Arsip untuk Oktober, 2009|Halaman arsip bulanan
Online bad syndrome
masyaAlloh setelah 3 tahun mencari akhirnya ketemu jg rumusan kalo internet secara berlebihan bisa bikin ‘gila’ dan ‘gangguan mental’ jujur dulu sih hampir jadi korban tapi sekarang sudah ada bahasan nya.enjoy it
Internet telah membuat banyak orang menjadi “gila”
ini adalah Pembuktian bahwa…
segala sesuatu yang berlebih-lebihan sangat tidak baik dan sangat tidak menguntungkan..
1. Gangguan kepribadian berupa emosi yang sebentar-sebentar meledak di saat online – mengamuk karena mudah tersinggung (Online Intermittent Explosive Disorder/OIED) :
orang yang mengidap gangguan ini tampak normal pada awalnya. Beberapa hari atau jam sebelumnya mereka bisa saja melakukan pembicaraan-pembicaraan lucu atau komentar-komentar hangat. Akan tetapi beberapa saat kemudian berubah marah-marah dan mengumpat disebabkan sesuatu yang menyinggung perasaannya.
Kenapakah hal itu bisa terjadi di Internet?
1. Kebanyakan dari kita hanya bisa menahan hasrat untuk melakukannya di dunia nyata, yang apabila dilakukan mungkin bisa membuahkan sebuah tinju ke wajah kita.
2. Di Internet kebanyakan pengguna menyembunyikan identitas aslinya, sehingga mereka dengan bebas mengeluarkan isi hati dan kemarahannya tanpa khawatir reputasinya menjadi jelek.
3. Karena pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan sering terlihat datar dan tidak menggambarkan emosi dengan jelas, seperti halnya nada suara, mimik wajah dan bahasa tubuh lainnya di saat tatap muka langsung, sehingga orang cenderung menggunakan kata-kata yang tajam, kasar dan keras untuk mewakili sebuah perasaan tertentu.
2. Toleransi rendah terhadap kekalahan dalam forum (Low Forum Frustration Tolerance/LFFT)
Digambarkan sebagai seseorang yang mencari-cari kepuasan segera atau penghindaran dari rasa sakit dengan segera. Pada awalnya mirip dengan perilaku anak tujuh tahunan yang menginginkan sebuah mainan, dan akan berteriak dengan menghentak-hentakan tangan dan kakinya agar segera mendapatkan apa diinginkannya.
Bagi orang yang suka menulis dan melakukan posting, sering kali merasa bahwa postingnya sangat sempurna. penulisnya hampir setiap waktu mengecek masuknya komentar yang baru diberikan pembacanya. Jika ia mendapat komentar-komentar miring penuh kritik, maka dengan cepat ia akan meluncurkan jawaban yang akan mematahkan tanggapan itu.
Jika tidak ada yang memberikan komentar, dia akan mengirimkan komentarnya sendiri – mungkin dengan nama lain – untuk meramaikan tulisannya.
Kenapakah hal itu bisa terjadi di Internet?
Kegiatan itu membuat kita menjadi tidak sabaran, karena ingin segera melihat respon dengan dari pihak lain. Ketidaksabaran ini meminimalkan toleransi terhadap serangan yang menimbulkan ketersinggungan
3. Munchausen di Internet – tukang cerita untuk membangkitkan rasa kasihan (Munchausen Syndrom)
suatu kondisi di mana seseorang dengan sengaja membuat kebohongan, menirukan, menambah buruk suatu keadaan, atau mempengaruhi diri sendiri agar sakit dengan tujuan diperlakukan seperti orang sakit.
Penderita kekacauan ini membutuhkan perhatian berupa rasa simpatik dan kasihan dari orang lain dengan menimbulkan kesan kesusahan dan kesulitan pada diri mereka.
Kenapa hal itu bisa terjadi di internet?
Sangat mudah melakukan kebohongan dalam kehidupan nyata, dan sepuluh kali lebih mudah melakukannya di internet, karena tidak ada seorang pun bisa memeriksa kebenaran fakta-faktanya.
4. Gangguan kepribadian yang tergoda untuk memaksa orang lain pada saat online (Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder/OOCPD)
Gangguan kepribadian jenis ini bisa dijelaskan dengan contoh kegilaan akan tata bahasa. Ketika orang menemukan suatu kesalahan tata bahasa atau penulisan kata yang keliru dari orang lain dalam sebuah posting atau komentar, maka dia langsung menyerang dan dengan keras memprotesnya
Kenapa hal demikian bisa terjadi di internet?
Dalam kenyataannya penderita OCPD merasakan ketakutan yang tidak logis terhadap dunia yang lebih berantakan, lebih kotor dan lebih kacau dibanding seharusnya yang dia pikirkan; sehingga secara cepat keadaan menjadi lebih buruk, dan akan mengalami kehancuran sampai ada seseorang yang memperbaikinya.
Di Internet, setelah membaca setiap komentar-komentar, orang normal akan menderita nasib yang sama. Tata bahasa yang keliru, pilihan kata yang tidak tepat, atau bahasa gaul yang membingungkan, mendesak anda untuk mengoreksinya. Tidak sulit merasakan keinginan untuk melatih diri menggunakan bahasa yang benar.
5. Low Cyber Self-Esteem (LCSE) atau penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah (Seperti seseorang yang dibenci setiap orang, tapi tidak ada yang meninggalkannya)
Di dalam kehidupan nyata ini disebut merendahkan diri sendiri atau perilaku pencarian perhatian.
Jika sampai kepada tingkat ekstrem, hal itu dapat berubah menjadi Online Erotic Humiliation atau pelecehan seksual secara online, di mana pelecehan menjadi sebuah tindakan nyata. Sehingga ketika anda mengatakan kepada seseorang agar melakukan sebuah tindakan seksual, mungkin dia akan menganggap hal itu penting dan dia dengan sungguh-sungguh akan melakukannya.
Kenapa hal itu bisa terjadi di Internet?
Pencari perhatian mendapatkan apa yang diinginkannya, dan penghina diri sendiri mendapatkan cukup ketegangan untuk mengaktualisasikan dirinya yang intropet melalui sinyal-sinyal yang dikirimnya via keyboard.
6. Internet Asperger’s Syndrome
hilangnya semua aturan sosial dan empati pada diri seseorang, disebabkan tanpa alasan selain hanya secara kebetulan berhadapan dengan sebuah benda mati; berkomunikasi via papan tombol dan monitor pada suatu waktu.
sindrom ini adalah bentuk halus dari autisme yang tampak berupa ketidakmampuan biologi untuk menunjukkan empati kepada manusia lain, mungkin disebabkan ketidakmampuan untuk mengenali isyarat nonverbal. Mereka secara terus-menerus bertingkah aneh dan mengganggu disebabkan mereka tidak mengetahui bahwa anda terganggu. Ada bagian dari otak mereka yang rusak.
Quote:
Beberapa kasus bunuh diri yang direkam dengan webcam – yang sebagian mungkin main-main – dan dipublikasikan di Internet. Untuk sekarang ini mungkin kita tidak yakin bahwa hal itu benar-benar terjadi, tetapi sebenarnya hanya masalah waktu.
Kenapa hal itu bisa terjadi di Internet?
orang yang melakukan semua komunikasi online mereka menampilkan perilaku Asperger karena mereka ingin memberikan kesan ada kerugian yang sama pada diri sendiri. Di dalam hal ini, ketika kemampuan melihat respon dan mimik wajah atau ekspresi nonverbal sudah hilang, begitu juga dengan empati. Maka hal yang anda beritahukan hanya kepada orang yang tidak ada, karena itu hanyalah sekelompok kata-kata pada layar. Sekelompok kata-kata kecil yang tidak berarti.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2361299
menurut luthi yg paling sering kena pada kita secara ngga sadar adalah no 1 yah
wallhualam bishawab
Discomgoogolation, Penyakit Baru Candu Internet
Jakarta – Berdasarkan studi yang dilakukan terus menerus, kini psikolog mengungkapkan sebuah penyakit baru terkait dengan perilaku kecanduan internet.
Menurut studi, para penderita terindikasi ketergantungan internet ini menyandang ‘penyakit’ baru dengan istilah ‘Discomgoogolation’, yang didefinisikan sebagai perasaan stress dan kegelisahan saat tak bisa segera terhubung dengan akses informasi cepat.
Discomgoogolation sendiri merupakan gabungan dari Discombobulate yang art
inya frustasi atau bingung. Sementara kata ‘googolation’ konon diambil dari istilah googling atau mencari informasi lewat mesin pencari Google.
“Kemudahan yang ditawarkan dunia broadband telah menciptakan budaya baru yaitu jawaban instan (melalui mesin cari di internet). Sebuah galaksi informasi yang hanya perlu satu kali klik, dan membuat manusia sangat tergantung,” ujar psikolog, Dr. David Lewis, seperti dikutip detikINET dari berbagai sumber, Minggu (7/9/2008).
Labih lanjut menurut Dr.Lewis, efek fisik yang ditimbulkan dari Discomgoogolation ini juga tak main-main. “Cukup mengejutkan melihat efek stress yang dibawa penyakit ini — aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet,” tandasnya.
Jadi, apakah Anda termasuk penderita Discomgoogolation? ( amz / rou )
Debugging (pengertian)
DEBUGGING
Debugging adalah sebuah metode yang dilakukan oleh para pemrogram dan pengembang perangkat lunak untuk mencari dan mengurangi bug, atau kerusakan di dalam sebuah program komputer atau perangkat keras sehingga perangkat tersebut bekerja sesuai dengan harapan. Debugging cenderung lebih rumit ketika beberapa subsistem lainnya terikat dengan ketat dengannya, mengingat sebuah perubahan di satu sisi, mungkin dapat menyebabkan munculnya bug lain di dalam subsistem lainnya.
Bug dengan terjemahan langsung ke bahasa Indonesia adalah serangga atau kutu. Bug merupakan suatu kesalahan desain pada suatu perangkat keras komputer atau perangkat lunak komputer yang menyebabkan peralatan atau program itu tidak berfungsi semestinya. Bug umumnya lebih umum dalam dunia perangkat lunak dibandingkan dengan perangkat keras.
Kenapa dinamakan bug?
Tahun 1945 sewaktu ukuran komputer masih sebesar kamar, pihak militer Amerika Serikat menggunakan komputer yang bernama “Mark 1″. Suatu hari komputer ini tidak berfungsi dengan semestinya, setelah komputer itu diperiksa ternyata ada suatu bagian perangkat keras di mana terdapat serangga yang tersangkut. Setelah serangga itu diangkat dari perangkat keras, komputer dapat berfungsi dengan baik. Maka sejak saat itu kata bug lekat dengan masalah-masalah pada komputer. Debugging adalah proses menghilangkan bug dari suatu program.
Pengujian perangkat lunak adalah proses yang dapat direncanakan dan ditentukan secara sistematis. Desain test case dapat dilakukan, strategi dapat ditentukan, dan hasil dapat dievaluasi berdasarkan harapan-harapan yang ditentukan sebelumnya.
Debugging terjadi sebagai akibat dari pengujian yang berhasil. Jika test case mengungkap kesalahan, maka debugging adalah proses yang menghasilkan penghilangan kesalahan. Perekayasa perangkat lunak yang mengevaluasi hasil suatu pengujian sering dihadapkan pada indikasi “simtomatis” dari suatu masalah pernagkat lunak, yaitu bahwa manisfestasi eksternaldari kesalahan dan penyebab internal kesalahan dapat tidak memiliki hubungan yang jelas satu dengan lainnya. Proses mental yang dipahami secara buruk yang menghubungkan sebuah symptom dengan suatu penyebab disebut debugging.
Proses Debugging
Debugging bukan merupakan pengujian, tetapi selalu terjadi sebagai bagian akibat dari pengujian. Proses debungging dimulai dengan eksekusi terhadap suatu test case. Hasilnya dinilai, dan ditemukan kurangnya hubungan antara harapan dan yang sesungguhnya. Dalam banyak kasus, data yang tidak berkaitan merupakan gejala dari suatu penyebab pokok tetapi masih tersembunyi, sehingga perlu ada koreksi kesalahan.
Proses debugging akan selalu memiliki salah satu dari dua hasil akhir berikut:
- Penyebab akan ditemukan, dikoreksi, dan dihilangkan, atau
- Penyebab tidak akan ditemukan.
Dalam kasus yang terakhir, orang yang melakukan debugging mungkin mencurigai suatu penyebab, mendesainsuatu test case untuk membantu kecurigaannya, dan bekerja untuk koreksi kesalahan dengan gaya yang iterative.
Beberapa karakteristik bug memberi kunci :
- Gejala dan penyebab dapat jauh secara geografis, dimana gejala dapat muncul didalam satu bagian dari suatu program, sementara penyebab dapat ditempatkan pada suatu sisi yang terlepas jauh.
- Gejala dapat hilang (kadang-kadang) ketika kesalahan yang lain dibetulkan.
- Gejala dapat benar-benar disebabkan oleh sesuatu yang tidak salah (misalnya pembulatan yang tidak akurat).
- Simpton dapat disebabkan oleh kesalahan manusia yang tidak dapat dengan mudah ditelusuri.
- Gejala dapat merupakan hasil dari masalah timing, dan bukan dari masalah pemrosesan.
- Mungkin sulit untuk mereproduksi kondisi input secara akurat (misalnya aplikasi real time dimana pengurutan input tidak ditentukan).
- Gejala dapat sebentar-sebentar. Hal ini sangat umum pada system yang embedded yang merangkai perangkat lunak dan perangkat keras yang tidak mungkin dilepaskan.
- Gejala dapat berhubungan dengan penyebab yang didistribusikan melewati sejumlah tugas yang bekerja pada prosesor yang berbeda.
Selama debugging, kita menemukan kesalahan-kesalahan mulai dari gangguan yang halus (missal format output yang tidak betul) sampai katrastropis (misalnya kegagalan system yang menyebabkan kerusakan fisik atau ekonomis).
Sebagai akibat dari peningkatan keslahan, jumlah tekanan untuk menemukan kesalahan juga bertambah. Sering kali tekanan memaksa seorang pengembang perangkat lunak untuk membetulkan keslahan dan pada saat yang sama memunculkan lagi dua kesalahan baru.
Pertimbangan Psikologis
Sayangnya muncul banyak bukti bahwa kekuatan debugging adalah sifat bawaan manusia. Banyak orang yang cakap dalam hal ini, sementara banyak juga yang tidak. Menanggapi aspek manusia dari debugging. Shneiderman [SHN80] menyatakan :
Debugging merupakan salah satu dari berbagai bagian pemrograman yang membuat lebih frustasi. Debugging memiliki elemen pemecahan masalah atau pengganggu otak, yang bersama dengan penghindaran kesadaran bahwa Anda melakukan suatu kesalahan. Kekhawatiran yang meningkat dan keengganan untuk menerima, kesalahan akan meningkatkan kesulitan tugas. Sayangnya, ada keluhan yang sangat mendalam mengenai pembebasan dan pengurangan ketegangan ketika pada akhirnya bug ……… dikoreksi.
Meskipun mungkin sulit untuk mempelajari debugging, sejumlah pendekatan terhadap masalah tersebut dapat diusulkan. Kita akan melihat dalam sub bab selanjutnya.
Pendekatan-pendekatan Debugging
Tanpa memperhatikan pendekatan yang diambil, debugging memiliki satu sasaran yang diabaikan, untuk menemukan dan mengkoreksi penyebab kesalahan perangkat lunak. Sasaran tersebut direalisasi dengan suatu kombinasi evaluasi yang sistematis, intuisi, dan keberuntungan.
Bradley (BRA85) menggambarkan pendekatan Debugging dengan cara berikut :
Debugging adalah sebuah aplikasi langsung dari metodekeilmuan yang telah dikembangkan selama 2500 tahun. Dasar dari debugging adalah meletakkan sumber-sumber masalah (penyebab) dengan partisi biner melalui hipotesis kerja yang memperkirakan nilai-nilai baru yang akan diuji.
Ambillah contoh non-perangkat lunak sederhana, yaitu :
Lampu dirumah saya tidak bekerja. Bila tidak ada yang bekerja didalam rumah itu, penyebabnya tentu pada pemutus rangkaian utama atau sebab dari luar. Saya melihat sekeliling untuk melihat apakah lampu para tetangga juga mati. Saya memasukkan lampu yang dicurigai kedalam soket yang bekerja dan menyelidiki lampu rangkaian yang dicurigai. Begitulah berbagai pilihan hipotesa dan pengujian.
Secara umum, tiga kategoti pendekatan debugging dapat diusulkan (MYE79) :
- 1. Gaya yang kasar (Brute force)
Kategori debugging brute force mungkin merupakan yang paling umum dan metode yang paling efisien untuk mengisolasi penyebab kesalahan perangkat lunak. Kita mengaplikasikan metode debugging brute force bila semua yang lain telah gagal. Dengan menggunakan filosofi ”biarkan komputer menemukan kesalahan”, tempat sampah memori dipakai, penelusuran runtime dilakukan, dan program dibebani dengan statemen WRITE. Kita mengharapkan bahwa dimanapun didalam rawa informasi yang diproduksi, kita akan menemukan suatu kunci yang akan membawa kita kepada penyebab kesalahan. Meskipun banyaknya informasi yang dihasilkan pada akhirnya akan membawa kita meraih sukses, lebih sering dia menyebabkan kita menghambur-hamburkan usaha dan waktu. Kita harus memikirkannya terlebih dahulu.
- 2. Penelusuran balik (backtracking)
Backtracking adalah pendekatan debugging yang sangat umum yang dapat digunakan secara sukses didalam program yang kecil. Mulai pada sisi dimana suatu gejala diungkap, kode sumber ditelusuri balik (secara manual) samapai sisi penyebab ditemukan. Sayangnya, bila jumlah baris sumber bertambah, maka jumlah jalur balik potensial dapat sangat banyak.
- 3. Eliminasi penyebab
Cause elimination dimanisfestasikan oleh induksi atau deduksi serta mengawali konsep partisi biner. Data yang berhubungan dengan kejadian kesalahan dikumpulkan untuk mengisolasi penyebab potensial. Hipotesis penyebab dibuat dan data digunakan untuk membuktikan penolakan hipotesis tersebut. Sebagai alternatif, daftar semua penyebab yang mungkin dikembangkan dan dilakukan pengujian untuk mengeliminasi masing-masing kesalahan. Jika pengujian awal menunjukkan bahwa suatu hipotesis penyebab memberikan gambaran hasil yang jelas, maka data itu disaring sebagai usaha untuk mengisolasi bug.
Masing-masing pendekatan debugging tersebut dapat ditambah dengan piranti debugging. Kita dapat mengaplikasikan berbagai kompiler debugging yang luas, bantuan debugging yang dinamis (tracer), generator test case, ruang sisa memori dan peta cross-reference. Namun piranti bukanlah pengganti bagi evaluasi yang berhati-hati yang didasarkan atas dokumen desain perangkat lunak yang lengkap dan kode sumber yang jelas.
Sekali bug ditemukan, bug harus dibetulkan. Tetapi seperti telah kita catat, koreksi terhadap suatu bug dapat memunculkan kesalahan lain sehingga lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.
Van Vleck (FAN89) mengusulkan tiga pertanyaan sederhana yang harus diajukan kepada perekayasa perangkat lunak sebelum melakukan koreksi yang menghilangkan penyebab suatu bug, yaitu :
- 1. Apakah penyebab bug direproduksi didalam bagian lain program tersebut?
Dalam berbagai situasi, kesalahan program disebabkan oleh sebuah contoh logika yang keliru yang dapat dibuat ulang ditempat lain. Pertimbangan eksplisit dari contoh logika tersebut akan menghasilkan penemuan kesalahan yang lain.
- 2. Apa ”bug selanjutnya,” yang akan dimunculkan oleh perbaikan yang akan dibuat?
Sebelum koreksi dibuat, kode sumber (atau lebih baik,desain) harus dievaluasi untuk memperkirakan pemasangan logika dan struktur data. Bila koreksi akan dilakukan pada bagian program yang akan dirangkai, maka harus ada perhatian khusus bila banyak perubahan dilakukan.
- 3. Apa yang dapat kita lakukan untuk menghindari bug ini didalam tempat pertama?
Pertanyaan ini merupakan langkah pertama untuk membangun pendekatan jaminan kualitas perangkat lunak statistik. Bila kita mengkoreksi proses dan produk, bug akan dihilangkan dari program yang ada dan dapat dieliminasi dari semua program selanjutnya.
Marketing Mix
Marketing Mix
strategi pemasaran untuk menciptakan permintaan melalui Loyalitas konsumen dipengaruhi oleh barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen, harga barang atau jasa, upaya mendistribusikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen dan kegiatan memperkenalkan kepada konsumen (promosi ). Jelasnya bahwa kegiatan memasarkan suatu produk dipengaruhi oleh interaksi dari keempat hal tersebut diatas, dalam buku teks bahasa inggris hal tersebut dinyatakan dengan istilah marketing mix, marketing mix merupakan campuran (mix) yakni interaksi dari empat hal tersebut, yaitu produk (product), harga (price), promosi (promotion) dan distribusi (place). Masing-masing variabel tersebut berinteraksi satu sama lain guna menciptakan suatu permintaan terhadap barang atau jasa yang ditawarkan memberikan manfaat, diterima baik oleh konsumen yang pada ujungnya pelanggan akan menjadi loyal (Sutisna, 2003: 41).
Product
Ketika sebuah organisasi memperkenalkan sebuah produk ke pasar mereka harus bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan.
- Produk yang ditujukan?
- Apa keuntungan yang akan mereka harapkan?
- ? Bagaimana mereka merencanakan untuk memposisikan produk di pasar?
- Apa keuntungan diferensial produk akan menawarkan lebih dari pesaing mereka?
Kita harus ingat bahwa Pemasaran adalah fundamental tentang menyediakan produk yang benar manfaat kepada pengguna akhir. Philip Kotler dalam Prinsip-prinsip Pemasaran menyusun konsep yang sangat menarik manfaat bangunan dengan produk
Ketika menempatkan suatu produk dalam pasar banyak faktor dan keputusan harus dipertimbangkan. Ini termasuk:
Desain produk – Apakah desain menjadi titik penjualan untuk organisasi seperti yang kita lihat dengan iMac, VW Beetle yang baru atau Dyson vacuum cleaner.
Kualitas produk: Kualitas harus konsisten dengan unsur-unsur lain dari bauran pemasaran. Sebuah strategi harga berdasarkan premi harus mencerminkan kualitas produk menawarkan.
Fitur produk: Apa yang akan Anda menambahkan fitur yang dapat meningkatkan manfaat yang ditawarkan kepada target pasar Anda? Apakah organisasi menggunakan kebijakan harga diskriminatif menawarkan manfaat tambahan ini?
Branding: Salah satu keputusan penting seorang manajer pemasaran dapat membuat adalah tentang branding. Nilai merek dalam lingkungan hari ini adalah fenomenal. Merek memiliki kekuatan instan penjualan, mereka menyampaikan pesan dari keyakinan, kualitas dan keandalan untuk pasar sasaran mereka.
PRICE
Harga merupakan salah satu unsur paling penting dari bauran pemasaran, karena merupakan satu-satunya campuran, yang menghasilkan omset bagi organisasi. 3p itu yang tersisa adalah biaya variabel untuk organisasi. Biaya untuk memproduksi dan desain produk, biaya untuk mendistribusikan produk dan biaya untuk mempromosikannya. Harga harus mendukung unsur-unsur dari campuran. Harga sulit dan harus mencerminkan hubungan penawaran dan permintaan. Harga produk terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat berarti hilangnya penjualan bagi organisasi. Harga harus memperhitungkan faktor-faktor berikut:
Tetap dan biaya variabel.
Kompetisi
Tujuan perusahaan
Usulan strategi positioning.
Kelompok sasaran dan kemauan untuk membayar.
Jenis-jenis Strategi Pricing
Organisasi dapat mengadopsi sejumlah strategi penetapan harga. Strategi penetapan harga didasarkan pada apa tujuan banyak perusahaan telah menetapkan diri untuk mencapai.
Penetrasi Harga: Di mana organisasi menetapkan harga rendah untuk meningkatkan penjualan dan pangsa pasar.
Skimming Harga: Organisasi menetapkan awal harga tinggi dan kemudian perlahan-lahan menurunkan harga untuk membuat produk yang tersedia untuk pasar yang lebih luas. Tujuannya adalah untuk skim keuntungan dari pasar selapis demi selapis.
Persaingan Harga: Menetapkan harga dibandingkan dengan pesaing.
Product Line Harga: Harga produk yang berbeda dalam rentang produk yang sama pada titik harga yang berbeda. Sebuah contoh akan menjadi produsen video menawarkan perekam video berbeda dengan fitur yang berbeda pada harga yang berbeda. Semakin besar fitur dan manfaat yang diperoleh semakin besar konsumen akan membayar. Bentuk diskriminasi harga membantu perusahaan dalam memaksimalkan omset dan laba.
Bundel Harga: bundel Organisasi sekelompok produk dengan harga spesial.
Psikologis Harga: Para penjual di sini akan mempertimbangkan psikologi harga dan harga posisi dalam pasar.
Harga premium: harga yang ditetapkan yang tinggi untuk mencerminkan eksklusivitas dari produk.
Opsional Harga: Organisasi menjual opsional ekstra bersama dengan produk untuk memaksimalkan omset. Strategi ini biasanya digunakan dalam industri mobil.
PLACE
Hal ini mengacu pada bagaimana suatu organisasi akan mendistribusikan produk atau layanan yang mereka tawarkan kepada pengguna akhir. Organisasi harus mendistribusikan produk ke pengguna di tempat yang tepat pada saat yang tepat. Distribusi yang efisien dan efektif adalah penting jika organisasi ini adalah untuk memenuhi tujuan pemasaran secara menyeluruh. Jika suatu organisasi underestimatea permintaan dan pelanggan tidak dapat membeli produk karena itu, profitabilitas akan terpengaruh.
Saluran distribusi apa yang akan mereka gunakan?
Dua jenis metode saluran distribusi yang tersedia. Distribusi tidak langsung melibatkan mendistribusikan produk Anda dengan menggunakan perantara misalnya produsen menjual kepada pedagang grosir dan kemudian ke pengecer. Distribusi langsung melibatkan mendistribusikan langsung dari produsen ke konsumen Misalnya Dell Computers memberikan langsung kepada target custmers. Keuntungan dari distribusi langsung adalah bahwa produsen memberikan kendali penuh atas produk mereka.
Strategi Distribusi
Tergantung pada jenis produk yang didistribusikan ada tiga strategi distribusi umum tersedia:
1. Distribusi intensif: Digunakan umumnya untuk mendistribusikan dengan harga rendah atau impuls membeli produk misalnya cokelat, minuman ringan.
2. Eksklusif distribusi: Meliputi membatasi distribusi ke satu outlet. Produk ini biasanya sangat mahal, dan membutuhkan perantara untuk menempatkan banyak detail dalam menjual. Sebuah contoh akan penjualan kendaraan melalui dealer eksklusif.
3. Distribusi selektif: Sejumlah kecil gerai ritel dipilih untuk mendistribusikan produk. Distribusi selektif dengan produk umum seperti komputer, televisi peralatan rumah tangga, di mana konsumen bersedia untuk berbelanja di sekitar dan di mana produsen ingin geografis besar menyebar.
Jika produsen memutuskan untuk mengadopsi strategi yang eksklusif atau selektif mereka harus memilih sebuah perantara yang memiliki pengalaman menangani produk sejenis, dapat dipercaya dan dikenal oleh khalayak sasaran
Promotion
Sebuah produk atau layanan yang sukses berarti apa-apa kecuali manfaat layanan tersebut dapat dikomunikasikan dengan jelas kepada target pasar. Sebuah strategi promosi organisasi dapat terdiri dari:
Periklanan: Apakah ada yang tidak dibayar pribadi bentuk komunikasi yang menggunakan segala bentuk media massa.
PR: Meliputi mengembangkan hubungan positif dengan media organisasi publik. Seni PR yang baik tidak hanya untuk memperoleh publisitas yang menguntungkan dalam media, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk menangani sukses perhatian negatif.
Promosi penjualan: Umumnya digunakan untuk memperoleh peningkatan penjualan jangka pendek. Dapat melibatkan menggunakan uang dari kupon atau penawaran khusus.
Personal menjual: Menjual sebuah layanan produk One to One.
Direct Mail: Apakah pengiriman bahan publisitas orang yang bernama dalam suatu organisasi. Ada pertumbuhan besar dalam kampanye surat langsung selama 5 tahun terakhir. Pengeluaran surat langsung sekarang sebesar £ 18 milyar per tahun mewakili 11,8% dari belanja iklan (Sumber: Royal Mail 2000). Organisasi dapat membayar ribuan pound untuk database, yang berisi nama dan alamat pelanggan potensial.
Direct mail memungkinkan suatu organisasi untuk menggunakan sumber daya mereka secara lebih efektif dengan membiarkan mereka untuk mengirim materi publisitas kepada seseorang bernama dalam segmen target mereka. Dengan personalisasi periklanan, meningkatkan tingkat respons sehingga meningkatkan kesempatan untuk meningkatkan penjualan. Di bawah ini tercantum link ke organisasi bisnis yang melibatkan direct mail.
physical evidence
Bukti fisik materi adalah bagian dari layanan. Sebenarnya tidak ada atribut fisik ke layanan, sehingga konsumen cenderung mengandalkan bahan isyarat. Ada banyak contoh bukti fisik, termasuk beberapa berikut:
* Packaging.
* Internet / halaman web.
* Administrasi (seperti faktur, tiket dan pengiriman catatan).
* Brosur.
* Furnishings.
* Signage (seperti yang terdapat di pesawat terbang dan kendaraan).
* Uniforms.
* Kartu nama.
* Gedung itu sendiri (seperti prestisius pemandangan kantor-kantor atau kantor pusat).
* email dan banyak lainnya. . . . . .
Beberapa organisasi sangat bergantung pada bukti fisik sebagai sarana komunikasi pemasaran, misalnya atraksi wisata dan resort (misalnya Disney World), bingkisan dan layanan email (misalnya UPS truk), dan bank-bank besar dan perusahaan asuransi (misalnya Lloyds of London).
People
Orang-orang yang paling penting dari setiap layanan atau pengalaman. Layanan cenderung diproduksi dan dikonsumsi pada saat yang sama, dan aspek-aspek dari pengalaman pelanggan yang berubah untuk memenuhi ‘kebutuhan individu’ dari orang yang dikonsumsi. Sebagian besar dari kita dapat memikirkan suatu situasi di mana layanan pribadi yang ditawarkan oleh individu telah membuat atau tercemar tur, liburan atau restoran makan. Ingat, orang membeli dari orang-orang yang mereka sukai, sehingga sikap, keterampilan dan penampilan dari semua staf harus kelas satu. Berikut adalah beberapa cara di mana orang menambah nilai kepada sebuah pengalaman, sebagai bagian dari bauran pemasaran – pelatihan, penjualan personal dan layanan pelanggan.
Pelatihan
Semua personil menghadapi pelanggan perlu dilatih dan dikembangkan untuk mempertahankan kualitas tinggi layanan pribadi. Pelatihan harus dimulai segera setelah individu mulai bekerja untuk sebuah organisasi selama induksi. Induksi akan melibatkan orang dalam organisasi budaya untuk pertama kalinya, serta pengarahan kepadanya pada hari-hari kebijakan dan prosedur. Pada tahap awal ini kebutuhan pelatihan individu diidentifikasi. Pelatihan dan rencana pengembangan dibangun bagi individu yang menetapkan tujuan-tujuan pribadi yang dapat dihubungkan ke penilaian masa depan. Dalam prakteknya kebanyakan pelatihan adalah baik ‘on-the-job’ atau ‘off-the-job. ” On-the-job training pelatihan melibatkan sementara pekerjaan yang sedang dilakukan misalnya pelatihan staf bar. Off-the-job training melihat tempat proses belajar di sebuah universitas, pusat pelatihan atau fasilitas konferensi. Perhatian harus dibayarkan untuk Continuing Professional Development (CPD) di mana karyawan melihat profesional mereka belajar sebagai proses seumur hidup pelatihan dan pengembangan.
Personal Selling
Ada berbagai jenis wiraniaga. Ada penjual pengiriman produk. Nya tugas utama adalah memberikan produk, dan penjualan adalah kurang penting misalnya makanan cepat saji, atau surat. Tipe kedua adalah urutan pengambil, dan ini dapat bersifat ‘internal’ atau ‘eksternal. ” Orang penjualan internal akan mengambil pesanan melalui telepon, e-mail atau di atas meja. Orang penjualan eksternal akan bekerja di lapangan. Dalam kedua kasus penjualan sedikit dilakukan. Berikutnya penjualan semacam orang adalah misionaris.
Di sini, seperti halnya dengan para misionaris yang mempromosikan iman, tenaga penjualan dengan pelanggan membangun niat baik dengan tujuan jangka panjang yang menghasilkan perintah. Sekali lagi, benar-benar menutup penjualan tidak sangat penting pada tahap awal ini. Jenis yang maju adalah penjual teknis, e.g. insinyur penjualan teknis. Mereka pengetahuan mendalam mendukung mereka saat mereka menyarankan pelanggan pada pembelian yang terbaik untuk kebutuhan mereka. Akhirnya, ada penjual kreatif. Penjual kreatif bekerja untuk membujuk pembeli untuk memberi mereka perintah. Ini sulit menjual, dan cenderung o ffer insentif terbesar. Keterampilan adalah mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan membujuk mereka bahwa mereka perlu untuk memenuhi kebutuhan mereka tidak dikenal sebelumnya dengan memberikan perintah.
Customer Service
Banyak produk, layanan dan pengalaman yang didukung oleh tim layanan pelanggan. Pelanggan layanan yang diberikan keahlian (misalnya pada pemilihan jasa keuangan), dukungan teknis (misalnya menawarkan nasihat tentang IT dan software) dan mengkoordinasikan antarmuka pelanggan (misalnya layanan mengendalikan insinyur, atau berkomunikasi dengan salesman). Disposisi dan sikap orang-orang seperti ini sangat penting untuk sebuah perusahaan. Cara keluhan ditangani dapat berarti perbedaan antara mempertahankan atau kehilangan pelanggan, atau memperbaiki atau merusak reputasi perusahaan. Saat ini, layanan pelanggan dapat bertatap muka, melalui telepon atau menggunakan Internet. Orang cenderung membeli dari orang-orang yang mereka sukai, dan sangat efektif layanan pelanggan sangat penting. Layanan Pelanggan dapat menambah nilai pelanggan dengan menawarkan dukungan teknis dan keahlian dan nasihat
PROSES
Proses adalah elemen lain dari bauran pemasaran yang diperluas, atau 7P’s. Ada beberapa persepsi konsep proses dalam bisnis dan pemasaran sastra. Beberapa melihat proses sebagai alat untuk mencapai suatu hasil, misalnya – untuk mencapai pangsa pasar 30% perusahaan menerapkan proses perencanaan pemasaran.
Pandangan lain adalah bahwa pemasaran memiliki sejumlah proses yang
mengintegrasikan bersama-sama untuk menciptakan proses pemasaran secara keseluruhan, misalnya – telemarketing dan internet marketing dapat diintegrasikan. Lebih lanjut adalah bahwa proses pemasaran yang digunakan untuk mengontrol bauran pemasaran, yaitu proses yang mengukur pencapaian tujuan pemasaran. Semua tampilan dapat dimengerti, tapi tidak terlalu fokus pelanggan.
Untuk keperluan dari bauran pemasaran, proses adalah unsur pelayanan pelanggan yang melihat mengalami suatu organisasi persembahan. Itu terbaik dilihat sebagai sesuatu yang pelanggan Anda berpartisipasi dalam pada titik waktu yang berbeda. Berikut adalah beberapa contoh untuk membantu Anda membangun sebuah gambaran tentang proses pemasaran, dari pelanggan sudut pandang.
Going on a cruise – dari saat Anda tiba di dermaga, Anda akan disambut; bagasi anda sudah dibawa ke kamar Anda. Anda memiliki dua minggu pelayanan dari restoran dan hiburan malam, untuk kasino dan berbelanja. Akhirnya, Anda tiba di tujuan, dan bagasi anda sudah sampai kepada Anda. Ini adalah proses pemasaran yang sangat terfokus.
Pemesanan penerbangan di Internet – proses dimulai dengan Anda mengunjungi situs web sebuah maskapai penerbangan. Anda memasukkan rincian penerbangan Anda dan buku mereka. Tiket / booking referensi tiba lewat e-mail atau pos. Anda menangkap penerbangan Anda tepat waktu, dan tiba segar di tujuan. Ini semua bagian dari proses pemasaran.
Pada setiap tahap proses, pasar:
* Memberikan nilai melalui semua elemen dari bauran pemasaran. Proses, bukti fisik dan orang-orang meningkatkan layanan.
* Saran atau masukan dapat diambil dan campuran dapat diubah.
* Pelanggan dipertahankan, dan melayani atau produk yang diperluas dan ditandai untuk mereka.
* Proses itu sendiri dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu yang berbeda, mengalami layanan serupa pada waktu yang sama.
Proses dasarnya memiliki input, throughputs dan output (atau hasil). Pemasaran menambah nilai kepada masing-masing tahap. Lihatlah pelajaran tentang analisis rantai nilai untuk mempertimbangkan serangkaian proses di tempat kerja.
sumber : http://www.marketingteacher.com
http://learnmarketing.net
Tanggapan (2)
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar